Jakarta — Sistem pembayaran digital di Indonesia terus mengalami perkembangan. Bank Indonesia (BI) melalui inovasi QRIS Tap In–Tap Out (QRIS Tap) kini menghadirkan metode pembayaran nirsentuh (contactless) yang memungkinkan masyarakat bertransaksi cukup dengan smartphone atau smartwatch, tanpa perlu memindai kode QR.
Fitur ini menjadi solusi praktis, terutama bagi pengguna transportasi umum yang kerap bergantung pada kartu uang elektronik. Dengan QRIS Tap, pengguna tetap dapat melakukan pembayaran meski kartu tertinggal atau saldo kartu fisik habis.
QRIS sendiri merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, yaitu standar nasional QR code pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Sistem ini dikembangkan bersama industri sistem pembayaran untuk menghadirkan transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH). Saat ini, seluruh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) wajib menggunakan QRIS dan implementasinya telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia, mulai dari ritel modern hingga pelaku UMKM, bahkan lintas negara melalui kerja sama internasional.
Seiring pengembangannya, QRIS Tap In–Tap Out kini telah digunakan pada lima moda transportasi di wilayah Jabodetabek, yaitu KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, TransJakarta BRT, dan TransJakarta Non-BRT. Tidak hanya itu, fitur ini juga telah diadopsi di 14 provinsi dan mencakup 31 moda transportasi di Indonesia, termasuk layanan bus seperti DAMRI dan transportasi perkotaan lainnya.
Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Fitriah Irmi Triswati, menegaskan bahwa QRIS Tap diposisikan sebagai pelengkap QRIS scan, bukan pengganti.
“QRIS Tap memiliki segmentasi penggunaan yang membutuhkan kecepatan dan kepraktisan tinggi, khususnya di transportasi. Ini memperluas kapabilitas QRIS yang sudah ada,” ujar Fitriah.
Dari sisi keamanan, BI memastikan QRIS Tap telah melalui berbagai tahapan pengujian, termasuk regulatory sandbox, serta menerapkan standar keamanan internasional. Sistem ini berbasis account-based, tidak bergantung pada kartu fisik, dan dilengkapi autentikasi berlapis seperti PIN dan biometrik.
Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan aplikasi pembayaran resmi berizin BI, bertransaksi di merchant berlogo QRIS, memeriksa nominal transaksi, serta segera melaporkan jika terdapat indikasi transaksi mencurigakan.
Ke depan, BI menargetkan perluasan penggunaan QRIS Tap pada tahun 2026, tidak hanya di transportasi publik daerah yang belum terjangkau, tetapi juga ke sektor lain seperti parkir, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan publik, mengurangi antrean, dan memperkuat integrasi sistem pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.
Sejumlah pengguna dan merchant menyambut positif kehadiran QRIS Tap. Pengguna transportasi umum menilai metode ini lebih simpel karena cukup melakukan tap tanpa perlu memindai kode, sementara merchant merasakan proses pembayaran menjadi lebih cepat, terutama saat antrean panjang.
Dengan semakin luasnya adopsi QRIS Tap In–Tap Out, Bank Indonesia berharap inovasi ini dapat memperkuat inklusi keuangan, mempermudah transaksi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Sumber: CNBC Indonesia; Bank Indonesia





