Zakat merupakan instrumen penting dalam ekonomi syariah yang memiliki potensi besar untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat. Di era digital, adopsi teknologi seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan penghimpunan dan penyaluran dana zakat secara efisien.
- Kemudahan dan Aksesibilitas Dengan adanya QRIS, muzakki (pembayar zakat) tidak lagi terbatas oleh jarak dan waktu. Cukup dengan memindai kode di masjid, lembaga amil zakat, atau bahkan melalui media sosial, transaksi dapat dilakukan dalam hitungan detik. Hal ini meningkatkan partisipasi generasi muda yang lebih terbiasa dengan ekosistem cashless.
- Transparansi dan Akuntabilitas Salah satu tantangan dalam pengelolaan zakat adalah kepercayaan masyarakat. QRIS memberikan sistem pencatatan digital yang otomatis dan real-time. Hal ini memudahkan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk melakukan audit dan melaporkan penggunaan dana secara transparan kepada publik.
- Mendorong Ekonomi Produktif Zakat yang terhimpun secara optimal dapat dialokasikan untuk program pemberdayaan ekonomi, seperti modal usaha bagi UMKM. Dengan aliran dana yang lebih cepat melalui kanal digital, dampak ekonomi zakat dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan bagi para mustahik (penerima zakat).
Sumber: Tempo.co
