Bahasa Indonesia
Bank Indonesia (BI) menargetkan jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai 60 juta pengguna pada tahun 2026. Target ini sejalan dengan strategi BI dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran nasional serta memperluas inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.
Berdasarkan data resmi Bank Indonesia yang disampaikan hingga semester I tahun 2025, jumlah pengguna QRIS telah mencapai sekitar 57 juta pengguna, dengan total 39,3 juta merchant yang sebagian besar berasal dari segmen UMKM. Pada periode yang sama, BI mencatat frekuensi transaksi QRIS menembus lebih dari 6 miliar transaksi dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp579 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan adopsi yang semakin luas di masyarakat. Selain peningkatan jumlah pengguna, Bank Indonesia juga terus mengembangkan fitur QRIS untuk mendorong kemudahan dan efisiensi transaksi. Dilansir dari Antara News, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa hingga awal Juni 2025, jumlah pengguna QRIS Tap telah mencapai sekitar 47,8 juta pengguna, dengan dukungan lebih dari 648 ribu merchant di berbagai sektor, termasuk transportasi dan ritel. BI menilai inovasi ini menjadi pendorong penting dalam memperluas penggunaan pembayaran digital di aktivitas sehari-hari.
Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga menegaskan bahwa penguatan ekosistem QRIS tidak hanya difokuskan pada peningkatan volume transaksi, tetapi juga pada perluasan interoperabilitas, termasuk implementasi QRIS lintas negara (cross border). Inisiatif ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi sistem pembayaran Indonesia di tingkat regional dan global.
Sebagai penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran nasional, ALTO Network berperan aktif dalam mendukung pencapaian target QRIS yang ditetapkan Bank Indonesia. ALTO terus memperkuat kapasitas pemrosesan transaksi, memperluas kemitraan strategis, serta mendukung implementasi berbagai fitur QRIS, termasuk QRIS Tap dan QRIS Cross Border.
Dengan pangsa pasar QRIS terbesar di Indonesia, ALTO Network secara konsisten mencatatkan pertumbuhan volume transaksi yang signifikan sepanjang 2025. Kontribusi ini mencerminkan komitmen ALTO dalam menjaga keandalan, keamanan, dan skalabilitas infrastruktur pembayaran, sekaligus mendukung agenda nasional Bank Indonesia dalam memperluas adopsi pembayaran digital secara inklusif dan berkelanjutan.
Sumber : alto.id (2026)
