Beranda / Cahaya Blog

← Semua artikel

BI Umumkan Pembaharuan Sistem Transfer Murah BI-FAST Hingga QRIS dengan Cina

Bahasa Indonesia

Bank Indonesia mengumumkan tengah memperkuat infrastruktur sistem pembayaran digital melalui pengembangan layanan baru Bank Indonesia Fast Payment alias new BI-Fast. Secara paralel, BI juga memperluas konektivitas pembayaran lintas negara.

Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur BI menyebut kinerja transaksi pada sistem BI-Fast menunjukkan pertumbuhan signifikan pada awal tahun ini. Pada triwulan I 2026, volume transaksi BI-Fast mencapai 1,4 miliar transaksi atau meningkat sekitar 31% secara year on year. Sementara rata-rata transaksi harian meningkat menjadi 15,6 juta transaksi dari 14,8 juta transaksi pada triwulan sebelumnya.

Dari sisi nilai, nominal transaksi BI-Fast tercatat mencapai Rp3.519 triliun atau tumbuh 28,35% secara year on year. Untuk meningkatkan layanan transaksi nasabah ritel yang dikenai biaya Rp2.500 itu, Bank Indonesia menyatakan pengembangan new BI-Fast. Penyempurnaan ini merupakan bagian dari implementasi roadmap Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030.

Sistem baru ini dirancang dengan standar teknis, bisnis, dan tata kelola yang lebih terintegrasi guna memastikan interoperabilitas serta efisiensi jangka panjang.

Selain itu, platform baru tersebut juga dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan volume transaksi di masa depan serta memperkuat manajemen risiko.

"New BI-Fast ini memang dirancang untuk mampu mengantisipasi lonjakan transaksi di masa depan dan juga manajemen risiko yang semakin resilient terutama untuk mencegah risiko fraud maupun cyber," katanya dikutip Kamis (23/4/2026).

Dorong Pembayaran Lintas Negara

Disebutkan juga, pengembangan new BI-Fast juga dilengkapi fitur pembayaran lintas negara atau cross-border retail payment melalui skema Project Nexus, yang memungkinkan transaksi instan antarnegara anggota.

Negara yang tergabung dalam skema ini antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan India, sementara Uni Eropa saat ini berstatus sebagai pengamat.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga mempercepat implementasi pembayaran lintas negara berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Terbaru yakni dengan Cina. Implementasi ini melanjutkan peluncuran kerja sama serupa dengan Korea Selatan pada 1 April 2026.

Uji coba kerja sama pembayaran Indonesia–Cina menunjukkan respons pasar yang kuat. Dalam tahap sandboxing, volume transaksi tercatat mencapai 1,64 juta transaksi dengan nilai nominal sekitar Rp556 miliar.

Saat ini, uji coba tersebut melibatkan 24 penyelenggara dari Indonesia yang terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga selain bank. Dari pihak Tiongkok, terdapat 19 penyelenggara yang berpartisipasi.

Bank Indonesia menilai kesiapan implementasi kerja sama tersebut telah terpenuhi, baik dari sisi teknis maupun bisnis. "Jadi pada dasarnya baik dari aspek teknis maupun aspek bisnis ini (QRIS Indonesia–Cina) sudah siap untuk diimplementasikan. Jadi nanti istilahnya tanggal 30 kita akan gunting pita," tutupnya.