Di ruang rapat yang penuh sesak, beberapa orang sedang mencatat catatan sambil menatap proyektor, sebagian lagi memotret langkah operasi perangkat dengan ponsel. Baru saja pembicara selesai menjelaskan “proses pembukaan kode QR pembayaran untuk pedagang tanpa rekening bank”, segera ada karyawan mengangkat tangan bertanya: “Bagaimana mengatur perangkat agar lebih stabil jika jaringan di daerah pedesaan Indonesia buruk?” — Ini bukan pelatihan internal biasa, melainkan “kelas praktek” CAHAYA untuk mengubah “pengalaman pembayaran China” menjadi “kemampuan melayani pedagang Indonesia”.

一、Pengalaman China + Implementasi Lokal di Dalam Pelatihan
Tulisan “REFRESHMENT TRAINING” di layar proyektor, yang diterjemahkan menjadi “Pelatihan Peningkatan Keterampilan” — namun pelatihan kami bukan hanya “memperbarui keterampilan”, melainkan juga “menyematkan pengalaman China ke pasar Indonesia”:
Pembicara teknis dari Lakala, saat membahas “pemeliharaan stabil perangkat pembayaran”, secara khusus menambahkan “tips adaptasi jaringan untuk daerah pedesaan Indonesia” (ini adalah pengalaman dari pasar daerah di China, yang pas cocok dengan skenario pedagang Indonesia);
Pembicara operasional dari Meituan, mengubah logika “analisis bisnis pedagang” menjadi versi Bahasa Indonesia yang santai: “cara membantu pemilik warung makanan melihat waktu puncak kunjungan”;
Kolaborator lokal melengkapi “bahasa komunikasi dengan pedagang”: misalnya bagaimana menjelaskan “kode QR pembayaran terintegrasi” dengan bahasa gaul yang umum digunakan di Indonesia, sehingga pedagang bisa memahaminya langsung saat didengar.
Kalimat di banner “Revolusi Bisnis Via SaaS Cahaya” (Mulai Revolusi Bisnis dengan SaaS Cahaya) bukan sekadar slogan — kami ingin setiap karyawan tahu: untuk melayani pedagang, harus “memahami pengalaman, lebih dari itu memahami kondisi lokal”.

二、Bukan Hanya Teori, Tapi Juga “Skenario Layanan” Dibawa ke Ruang Pelatihan
Tidak ada sesi “membaca PPT” di pelatihan ini:
Pembicara langsung mengambil terminal pembayaran di lokasi, mensimulasikan skenario “pemindai kode QR perangkat pedagang tidak berfungsi”, dan meminta karyawan bergiliran mencoba memeriksa dan menampilkan langkah penyelesaian;
Ketika seseorang bertanya “bagaimana membantu pedagang tanpa rekening bank untuk membuka layanan penerimaan pembayaran dengan cepat”, segera dibentuk kelompok untuk memeragakan “seluruh proses verifikasi dalam 10 menit”;
Bahkan skenario komunikasi “pedagang marah saat melakukan rekonsiliasi akun” juga dimainkan oleh karyawan secara berpasangan — yang dilatih adalah “ketika pedagang memiliki masalah, kita bisa menangani secara langsung”.

三、Pembicara dengan Latar Belakang Berbeda, Membuat Layanan Lebih Detail
Lihat tim pembicara di lokasi: ada “ahli perangkat” dengan latar belakang teknis, “konsultan bisnis” dengan latar belakang operasional, dan “ahli komunikasi dengan pedagang” dari lokal — mereka berkumpul untuk mengajar, agar bisa mencakup setiap detail layanan untuk pedagang:
Pembicara teknis menangani “apakah perangkat bisa digunakan”;
Pembicara operasional menangani “bagaimana alat bisa membantu pedagang mendapatkan keuntungan”;
Pembicara lokal menangani “apakah komunikasi bisa berjalan lancar”.
Seperti yang dikatakan salah satu karyawan: “Sebelumnya, ketika menghadapi masalah pedagang, mungkin hanya tahu solusi teknis; sekarang bisa sekaligus memikirkan ‘bagaimana menjelaskannya agar dia memahami’ dan ‘bagaimana menggunakannya agar dia menghemat waktu’ — inilah cara benar untuk membantu pedagang.”

CAHAYA selalu percaya: jika keterampilan karyawan “lancar”, maka penggunaan oleh pedagang akan “tenang”. Dari China ke Indonesia, kami membawa pengalaman pembayaran terkemuka, tetapi lebih suka mengubah pengalaman ini menjadi “tindakan bawah sadar” setiap karyawan saat melayani pedagang.
