Beranda / Cahaya Blog

← Semua artikel

Ekonomi Kaltara Bergeser, BI Dorong Peran QRIS dalam Transformasi Digital

Bahasa Indonesia

Bank Indonesia memandang perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kalimantan Utara tidak hanya berdampak pada sistem pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan transformasi ekonomi daerah menuju ekonomi digital yang lebih inklusif.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik mengatakan, pengembangan sistem pembayaran digital seperti QRIS memiliki peran penting dalam mendukung efisiensi transaksi sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat.

Menurutnya, meskipun adopsi QRIS di Kaltara terus meningkat, struktur ekonomi daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama ketergantungan pada sektor pertambangan.

“Memang kita punya tantangan karena dominasi pertumbuhan ekonomi masih di sektor pertambangan, khususnya batu bara yang saat ini juga menghadapi tekanan permintaan global,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, di tengah tantangan tersebut, Kalimantan Utara mulai memiliki sumber pertumbuhan ekonomi baru dari sektor industri pengolahan.

Beberapa kawasan industri yang mulai berkembang di antaranya industri aluminium dan petrokimia, serta sektor pulp and paper di Tarakan yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan baru daerah.

“Kita punya sumber pertumbuhan baru dari industri pengolahan, baik aluminium, petrokimia, maupun industri di Tarakan seperti pulp and paper,” jelasnya.

Hasiando menegaskan, kehadiran industri baru tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi daerah, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari penyerapan tenaga kerja.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang ideal tidak hanya ditandai oleh peningkatan angka, tetapi juga kualitas pertumbuhan yang mampu menciptakan lapangan kerja lebih luas.

“Ketika industri ini beroperasi secara penuh, di situlah nilai tambah meningkat dan pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih baik. Namun harus diimbangi juga dengan penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Ia juga menekankan penguatan ekosistem pembayaran digital seperti QRIS akan semakin relevan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi baru di Kaltara.

Digitalisasi pembayaran dinilai dapat mendukung efisiensi transaksi di berbagai sektor, termasuk industri, UMKM, hingga layanan publik yang terus berkembang.

“Harapannya pertumbuhan ekonomi kita tidak hanya lebih tinggi, tetapi juga lebih berkualitas,” pungkasnya. (rs)

Sumber : headlinews.id (2026)