Beranda » CAHAYA Blog » Indonesia Bidik Peningkatan Ekspor dan QRIS

Indonesia Bidik Peningkatan Ekspor dan QRIS

Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan ekspor sekaligus memperluas penggunaan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke berbagai negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat integrasi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) merupakan pasar penting bagi Indonesia karena sekitar 70 persen ekspor nasional ditujukan ke kawasan tersebut. Oleh karena itu, Indonesia berupaya memanfaatkan kerja sama ekonomi di APEC untuk meningkatkan perdagangan dan memperluas pasar ekspor nasional.

Beberapa komoditas utama ekspor Indonesia antara lain logam, kelapa sawit, serta produk industri padat karya seperti tekstil, furnitur, pakaian, dan alas kaki. Selain itu, produk pertanian dan perikanan seperti udang juga menjadi komoditas unggulan yang terus didorong untuk memperluas pasar internasional.

Selain peningkatan ekspor, pemerintah juga menargetkan perluasan akses pembayaran digital melalui QRIS di negara-negara anggota APEC. Saat ini, sistem pembayaran digital tersebut sudah mulai digunakan di beberapa negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Pemerintah berupaya mendorong agar implementasi QRIS dapat semakin luas di berbagai negara lain.

QRIS sendiri merupakan standar kode QR nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk mengintegrasikan berbagai metode pembayaran digital dalam satu sistem. Dengan sistem ini, transaksi pembayaran dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui pemindaian kode QR menggunakan aplikasi perbankan atau dompet digital.

Perluasan penggunaan QRIS di tingkat internasional diharapkan dapat mempermudah transaksi lintas negara, mendukung perdagangan global, serta memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia. Selain itu, integrasi sistem pembayaran digital ini juga dapat meningkatkan efisiensi transaksi bagi pelaku usaha dan konsumen.

 

Putu Indah Safitri,  ANTARA 2026